Lampiran: Matematika di Balik Ilmu Ini
Harga tanah cenderung berubah secara signifikan dengan diberlakukannya kontribusi tanah komunitas, semata-mata karena kontribusi tanah mencegah individu dan institusi memperoleh keuntungan berlebihan dari tanah. Meskipun perhitungan berikut menawarkan kepada kita titik acuan teoretis yang luas, tidaklah perlu memahami matematikanya untuk memahami teori di balik kontribusi tanah; matematika hanya disebutkan di sini bagi pembaca yang berminat.
Jika P**tanah adalah harga beli tanah dalam sistem kontribusi tanah, i suku bunga yang berlaku, r nilai sewa tanah, dan c kontribusi yang dipungut, kita menggunakan persamaan matematika berikut untuk memperkirakan harga beli tanah yang baru; misalnya, jika i = 3%, r = $6.000, dan c = $4.800, maka:
Nilai sewa tanah—sewanya r—dapat diperkirakan menggunakan harga beli tanah bebas pajak properti P dan suku bunga yang berlaku i, atau harga beli tanah dengan pajak properti Ppajak (kita akan mengasumsikan harga $150.000) beserta suku bunga i dan tarif pajak properti t (kita akan mengasumsikan tarif pajak properti 1 persen). Namun, perhitungan ini hanyalah perkiraan, karena harga beli tidak hanya mengandung nilai sewa yang dikapitalisasi, tetapi juga mencakup komponen spekulatif (komponen spekulatif akan berkurang seiring semakin banyaknya nilai tanah yang dipulihkan):
Kontribusi tanah sebesar $4.800 memanfaatkan 80 persen dari $6.000, yaitu nilai sewa tanah. Rumus untuk menghitung pecahan f ini adalah:
Sebuah properti yang dinilai $250.000 (dengan nilai tanah $150.000, nilai bangunan $100.000, dan tarif pajak properti 1 persen) akan dinilai ulang menjadi $140.000 (dengan nilai tanah $40.000 dan nilai bangunan $100.000) dengan kontribusi tanah sebesar $4.800 dan tanpa pajak properti—penurunan sebesar 44 persen.